Swestimahardini's Blog

Just another WordPress.com weblog

STUDI KASUS : HARTOYO SEBAGAI MANAJER December 21, 2010

Filed under: Uncategorized — swestimahardini @ 12:54 pm

STUDI KASUS : HARTOYO SEBAGAI MANAJER

 

Drs. Hartoyo telah menjadi manajer tingkat menengah dalam departemen produksi suatu perusahaan kurang lebih 6 bulan. Hartoyo bekerja pada perusahaan ssetelah dia pension dari tentara. Semangat kerja departemennya rendah sejak dia bergabung dalam perusahaan. Beberapa dari karyawan menunjukkan sikap tidak puas dan agresif.

 

Pada jam istirahat makan siang, Hartoyo bertanya pada Drs. Abdul Halim, Ak., manajer departemen keuangan, apakah dia mengetahui tentang semangat kerja yang rendah dalam departemen produksi. Abdul Halim menjawab bahwa dia telah mendengar secara informal melalui komunikasi “grapevine” , bahwa para karyawan Hartoyo merasa tidak senang dengan pengambilan semua keputusan yang dibuat sendiri olehnya. Dia (Hartoyo) menyatakan, “Dalam tentara, saya membuat semua keputusan untuk bagian saya, dan semua bawahan mengharapkan saya untuk berbuat seperti itu”.

BEDAH KASUS :

 

Menurut analisa dari kasus tersebut, gaya kepemimpinan yang digunakan oleh Hartoyo merupak gaya kepemimpinan OTOKRATIS.

 

Apa itu gaya kepemimpinan OTOKRATIS?

 

 

Kepemimpinan OTOKRATIS merupakan gaya kepemimpinan, dimana :

 

  1. Semua penentuan kebijaksanaan dilakukan oleh pemimpin.
  2. Teknik-teknik dan langkah-langkah kegiatan didikte oleh atasan setiap waktu, sehingga langkah-langkah yang akan dating selalu tidak pasti untuk tingkat yang luas.
  3. Pemimpin biasanya mendikte tugas kerja bagian dan kerja bersama setiap anggota.
  4. Pemimpin cenderung menjadi “pribadi” dalam pujian dan kecamannya terhadap kerja setiap anggota ; mengambil jarak dari partisipasi kelompok aktif kecuali bila menunjukkan keahliannya.

 

Gaya kepemimpinan ini tidak seperti gaya kepemimpinan demokratis yang akan mempunyai dampak pada peningkatan hubungan manajer dan bawahan, menaikkan moral dan kepuasan kerja, serta menurunkan ketergantungan terhadap pemimpin. Gaya kepemimpinan OTOKRATIS ini justru memiliki kelebihan dapat menghindari kesulitan dalam pengambilan keputusan yang dapat memuaskan semua pihak karena yang mengambil keputusan adalah pemimpin.

 

Selain memiliki kelebihan, gaya kepemimpinan ini juga memiliki kekurangan yaitu akan lebih banyak menghadapi masalah pemberian perintah kepada bawahan.

 

Dalam kasus tersebut, konsekuensi yang akan dihadapi Hartoyo apabila tidak merubah gaya kepemimpinannya yaitu :

 

Akan lebih banyak menghadapi masalah dengan bawahan dalam hal pemberian perintah, karena perintah yang diberikan oleh Hartoyo terkesan tidak menyenangkan dan sangat mementingkan pekerjaan yang dihadapinya saja dan tidak memikirkan kepentingan bawahannya dan membuat bawahan seolah dieksploitasi dalam pelaksanaan tugasnya.

 

Saran untuk merubah keadaan perusahaan tersebut yaitu dengan melakukan pembicaraan semua karyawan/bawahan kepda atasan mereka yaitu Haryanto terhadap apa yang mereka rasakan dan ingin kemukakan atas kepemimpinan beliau dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada pemimpin mereka demi kebaikan dan kemajuan perusahaan yang menjadi tempat dimana mereka bekerja sekarang.

About these ads
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.