Swestimahardini's Blog

Just another WordPress.com weblog

BASIS DATA February 22, 2011

Filed under: Uncategorized — swestimahardini @ 5:28 am

B A S I S     D A T A

 

 

APA KALIAN TAHU, APAKAH ITU BASIS DATA?


  • Menurut Stephens dan Plew – tahun 2000

BASIS DATA merupakan mekanisme yang digunakan untuk menyimpan informasi atau data. Dengan adanya basis data, pengguna dapat menyimpan data secara terorganisasi. Suatu data dalam basis data tersebut harus mudah ditambahkan, dimodifikasi, dan dihapus.

 

  • Menurut McLeod – tahun 2001

BASIS DATA merupakan kumpulan seluruh sumber daya berbasis computer milik suatu organisasi. Dimana system manajemen adalah aplikasi perangkat lunak yang menyimpan struktur basis data, hubungan antar data dalam basis data, serta berbagai laporan yang berkaitan dengan basis data.

 

  • Menurut Silberschatz – tahun 2002

BASIS DATA merupakan kumpulan data berisi informasi yang sesuai untuk sebuah perusahaan. Sistem manajemen basis data (DBMS) yaitu kumpulan data yang saling berhubungan dan merupakan kumpulan program untuk mengakses data yang memiliki tujuan untuk menyediakan cara menyimpan dan mengambil informasi basis data secara mudah dan efisien.

 

  • Menurut Ramakrishnan dan Gehrke – tahun 2003

BASIS DATA merupakan kumpulan data yang pada umumnya mendeskripsikan aktivitas satu organisasi atau lebih yang saling berhubungan.

 

 

APLIKASI SISTEM BASIS DATA


Berikut ini akan dijabarkan beberapa contoh aplikasi system basis data, yaitu :

 

  • PERBANKAN

Sebagai informasi pelanggan, rekening, peminjaman. Dan transaksi perbankan.

 

  • PENERBANGAN

Sebagai informasi pemesanan dan jadwal.  Penerbangan merupakan salah satu bidang yang pertama dalam penggunaan basis data yaitu terminal di seluruh dunia mengakses pusat system basis data melalui jaringan telepon dan jaringan data lainnya.

 

  • UNIVERSITAS

Sebagai informasi mahasiswa, pendaftaran perkuliahan, dan rangkuman nilai mahasiswa.

 

  • TRANSAKSI KARTU KREDIT

Sebagai alat transaksi dengan menggunakan kartu kredit dan menggunakan tagihan di tiap bulannya.

 

  • TELEKOMUNIKASI

Sebagai pencatatan semua panggilan, membuat tagihan bulanan, mencatat saldo kartu prabayar, dan menyimpan informasi tentang jaringan komunikasi.

 

  • KEUANGAN

Sebagai penyimpanan informasi tentang perusahaan serta menjual dan membeli alat keuangan seperti saham dan obligasi.

 

  • PENJUALAN

Sebagai pemberi informasi kepada pelanggan, produk, dan pembelian.

 

  • PERUSAHAAN

Sebagai pengelola manajemen rantai pasokan dan melacak produksi barang-barang di pabrik, inventaris barang – barang di gudang atau toko, serta pemesanan barang-barang.

 

  • SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

Sebagai informasi mengenai pegawai, gaji, pajak, dan pembuatan tanda bukti / cek pembayaran.

 

SISTEM BASIS DATA DAN SISTEM FILE

Sistem manajemen basis data (DBMS) merupakan bagian perangkat lunak yang dirancang untuk membuat tugas sebelumnya menjadi lebih mudah. Dengan menyimpan data dalam DBMS, kita dapat menggunakan fitur untuk mengelola data secara efisien karena volume data dan pengguna terus bertambah maka merupakan hal biasa dalam basis data perusahaan sehingga dukungan DBMS sangat diperlukan. (Ramakrishnan dan Gehrke – tahun 2003)

System pemrosesan file diduukung oleh system operasi konvensional. System file menyimpan record – record bermacam – macam file, dan membutuhkan program aplikasi yang berbeda untuk memilah record suatu file, dan menambahkan record ke dalam suatu file. Sebelum system basis data muncul, perusahaan – perusahaan menyimpan informasi di dalam suatu system file. (McHaney – tahun 2005)

Menyimpan informasi perusahaan dalam suatu system file memiliki sejumlah kelemahan menurut Silberschatz – tahun 2002, yaitu:

  • Pengulangan dan ketidakkonsistenan data

Dalam membuat file dan program aplikasi, programmer memiliki waktu yang berbeda. Maka ada kemungkinan berbagai macam file memiliki format yang berbeda dan program bias ditulis dalam beberapa bahasa pemrograman. Kemudian hal itu menyebabkan informasi yang sama bisa terduplikasi di beberapa tempat. Penduplikasian atau pengulangan tersebut menyebbabkan meningkatnya kebutuhan penyimpanan dan biaya akses. Pengulangan tersebut juga dapat menyebabkan ketidakkonsistenan data, dimana data yang sama ditulis berbeda.

 

  • Kesulitan mengakses data

Lingkungan pemrosesan file konvensional tidak memungkinkan data yang diinginkan mudah diambil. Lebih lanjut, pengguna membutuhkan system pengambilan data yang memenuhi kebutuhan.

 

  • Kekangan data

Karena data tersebar di berbagai file yang berbeda format, maka pembuatan program aplikasi untuk mengambil data yang dibutuhkan menjadi sulit.

 

  • Masalah integritas

Nilai data yang disimpan dalam basis data harus mengikuti batasan tertentu. Programmer menjalankan batasan dalam system dengan menambahkan kode tertentu pada semua program aplikasi. Namun ketika batasan ditambahkan, program menjadi sangat sulit untuk diubah untuk menjalankan batasan. Masalah pun akan semakin rumit jika batasan melibatkan beberapa data dari file – file yang berbeda.

 

  • Masalah atomik

System computer seperti peralatan mekanik atau listrik, cukup mudah untuk mengalami kerusakan. Dalam beberapa aplikasi, jika kerusakan tersebut terjadi data harus dapat dikembalikan seperti sebelum kerusakan. Oleh karena itu, konsistensi basis data penting untuk dijaga, yaitu suatu proses harus terjadi atau tidak sama sekali.  Memastikan atomisitas pada system pemrosesan file konvensional memang sangat sulit.

 

  • Anomali pada akses bersamaan

Untuk mempertahankan kinerja system dan respons yang lebih cepat, banyak system yang memperbolehkan lebih dari satu pengguna yang memperbaharui data secara bersamaan. Pada lingkungan semacam itu, update secara bersamaan dapat menyebabkan ketidakkonsistenan data. Untuk mencegah terjadinya kesalahan, system harus melakukan beberapa bentuk pengawasan. Namun, pengawasan menjadi sulit dilakukan karena data dapat diiakses oleh program aplikasi berbeda yang belum dikoordinasikan sebelumnya.

 

  • Masalah keamanan

Tidak semua pengguna system basis data dapat mengakses semua data. Sebagai contoh yaitu dalam system perbankan, pegawai bagian penggajian hanya diperbolehkan melihat bagian basis data yang berhubungan dengan masalah penggajian. Mereka tidak diperkenankan untuk mengakses informasi tentang rekening pelanggan. Namun, karena program aplikasi ditambahkan ke dalam system hanya untuk tujuan khusus, pelaksanaan tindakan pengamanan semacam itu merupakan hal yang sulit.

 

 

KEUNTUNGAN dan KERUGIAN DBMS

 

KEUNTUNGAN DBMS

DBMS memungkinkan perusahaan maupun pengguna individu untuk:

  • Mengurangi pengulangan data
  • Mencapai independensi data
  • Mengintegrasikan data beberapa file
  • Mengambil data dan informasi dengan cepat
  • Meningkatkan keamanan

 

KERUGIAN DBMS

Keputusan menggunakan DBMS mengikat perusahaan atau pengguna untuk:

  • Memperoleh perangkat lunak yang mahal
  • Memperoleh konfogurasi perangkat keras yang besar
  • Mempekerjakan dan mempertahankan staf pengelola basis data (DBA)

Simarmata, J., Iman P., Basis Data, First Edition, Andi Offset.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s